BIOGRAFI DAKRI SANG PENEMU TERLENGKAP FOSIL PURBA SEMEDO bag.4


DAKRI SAAT MENGAKHIRI MASA LAJANG

Di akhir tahun 82 saya bekerja di Kelapa satu warga kuningan sunda yang istrinya orang serang. Suatu hari ada perempuan yang tengah menanyakan saudaranya kapan mau pulang ke semedo. Saya melihat ada perempuan malam-malam klayaban langsung menyapa dengan kasar ”Bocah wadon ka ning Jakarta ka klayaban. Ia menjawab, “wong kenal bae ora ka ngomonge ora apik kaya kue. Aku kan pan takon lilike dudu takon ning kowen.” Kujawab lagi; lah wong dudu bintang film ka ngomonge kaya kue.”

Seminggu kemudian aku pulang ke Semedo. ndilalah malam itu saya dari Jakarta hendak pulang ke Tegal ketemu di Terminal Tegal, di Terminal lama dekat Pasifik sekarang. Saya turun di Banjaran. Dari banjaran 

Dadi godong ora pan nyuwek dadi banyu ora pan nyawuk
Tahun 82 pan pilihan umum kurang 2 hari aku nikahan   

Hobi lainnya yang sejak kecil mencintai wayang. Ia senang mengumpulkan kartu bergambar wayang dan nontong pagelaran wayang. Pengalaman menonton wayang dalang Sugino saat ditanggap di desaSumendot, atau pada waktu metikan di pabrik gula pangkah dalangnya Sudarsono. Selain itu nonton di acara pagewarga kunlaran wayang saat mapag dsri yang diselenggrakan di desa Semedo dalangnya Kaki Sayid dari Dukuh Sigerong kelurahan Jatimulya. Dalang lain yang membuat menarik hatinya saat nonton dalang Suripto asal pemalang saat digelar di desa Kebndingan Waru Reja. Pengalaman empirik ini membuat Dakri dapat menghafalcerita dan menggambarnya baik pada kertas maupun kulit.*** (NSYS)

Komentar