Bahasa Jawa Culture Heritage,
Raja Jawa Ajak Budaya Jawa Dilestarikan


TROPONG.COM: Kongres bahasa Jawa ke-V pada tanggal 28-30 November 2011 telah berlangsung dan diikuti sekira 600-an peserta dari Jawa Timur, Jawa Tengah, sdan dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Hadir juga perwakilan dari Suriname, Belanda, Australia dan Amerika Serikat (AS). Jika di simak dari perencanaan hingga pelaksanaan sampai penutupan kegiatan KBJ V di Surabaya ini terbilang sukses.

KBJ-V merupakan panduan khusus yang melibatkan berbagai studi fora seminar, diskusi dan dialog, khususnya dalam setiap serial kongres bahasa dan budayanya.

Kepala Biro Administrasi Kemasyarakatan Sekdaprov Jatim, Thoriq Afandie, menyatakan, KBJ V dilaksanakan atas dorongan niat dedikatif masyarakat pengguna basa jawa demi pelestarian dan pengembangan bahasa dan budaya Jawa maka secara inspiratif dilaksanakan sesuai dengan aspiratif terhadap budaya global.

“Dimana Falsafah Bahasa dan budaya adat Jawa merupakan pitutur yang harus dimengerti, disenangi, serta diterapkan pada kehidupan sehari-hari. Mulai dari pendidikan yang telah diajarkan.” ujarnya pada saat bertemu para wartawan, Selasa (29/11/2011) di sela-sela acara KBJ-5 di Hotel JW Marriot, Surabaya.

Menurut Thoriq Afandie, hasil sidang pleno tersebut akan direkomendasikan melalui dinas pendidikan, yang akan dilanjutkan pada pembelajaran. Misalkan melalui metode pengajaran akan lebih digalakkan mengenai bahasa daerah yang mengajarkan nilai-nilai tatanan, tuntunan serta tingkah laku, sejak SD (belajar mengetahui), SMP (belajar menyenangi) dan SMA (mulai menerapkan dan mempraktekannya) pada kehidupan sehari-hari.

Sementara, Prof Ayu Sutarto dari Univ Jember juga berpendapat, jika melihat dari evaluasi KBJ-1 sampai dengan KBJ-5, seharusnya KBJ-5 juga berusaha mengakomodasi bahasa, sastra dan budaya, sehingga tidak hanya bahasanya saja.

“Melainkan dapat meluas menjadi kongres kebudayaan Jawa dan dapat merangkul secara keseluruhan, baik aspek kekayaan bendawi maupun non-bendawi,” terangnya.

Ayu Sutarto mengatakan, dalam hal ini KBJ-5 mempunyai peran utama dalam mensosialisasikan dari kajian masing-masing KBJ yang sudah berjalan. Diantaranya, fashion interest, pendidikan informal dan nonformal sekolah serta intensitas pekerja budaya Jawa/sastrawan Jawa.

“Bahasa Jawa merupakan “culture Heritage” yang harus dijaga dan dilestarikan, seperti wayang primo, batik dan keris, menjadikan piwelang (pesan) dan piwulang (ajaran) nya,” tambahnya.
Namun, yang tak kalah penting adalah pemilik modal yang punya pasar menjadi pendukungnya. Pasalnya, selama ini masih pada konteks budaya resistensi.

“Namun, bagaimana caranya Jawa Timur bisa mengimplementasi pada local wisdom (kearifan lokal) untuk dijadikan solusi dalam tanggungjawab, sekaligus salah satu ideologi mempertahankan identitas suatu bangsa,” pungkasnya.
Dalam pelaksanaan KBJ V di Surabaya ini Gubernur Jatim Soekarwo dan Gubernur Jateng Bibit Waluyo gagal hadir menjadi panelis. Namundemikian peserta KBJ V bersemangat manakala Gubernur DI Jogjakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X hadir menjadi panelis dalam Kongres Bahasa Jawa (KBJ) ke-V, Senin (28/11/2011), di Hotel JW Marriot, Surabaya. Hadirnya Sri Sultan tentu saja memperkuat pentingnya bahasa Jawa dikembangkan sebagai pelanjut Kebudayaan Jawa sebagai kebanggan budaya Indonesia.

Disambut meriah para peserta Kongres Basa Jawa Ke V, Raja Jawa ini berbicara di dalam sidang pleno keempat tersebut menyampaikan makalah berjudul, 'Ngiyataken kapribaden etnis lan budhaya jawi ing pasrawungan global'.

Makalah yang disampaikan Sultan tersebut agak berbeda dengan makalah yang dikonfirmasikan kepada panitia acara KBJ ke-V. Sebelumnya, Sultan sengaja menyampaikan makalah berjudul, Penguatan identitas etnik budaya Jawa dalam kehidupan lokal dihadapan ratusan peserta kongres bahasa yang baru pertama kali ini di gelar di hotel berbintang lima tersebut.

KBJ V pun berlangsung dengan sukses. Meski banyak yang ngedumel. ' Rekomendasinya dari dulu masih sama dan belum ada perubahan yang signifikan' ujar beberapa orang peserta yang berkumpul sebelum mendapat mobil jemputan menuju daerahnya masing-masing. (NOORS)

Komentar