Pedagang Keluhkan Sepi Pegunjung Nadran Nelayan Indramayu Tak Semeriah Tahun Lalu

Pesta Laut alias Nadran Nelayan Indramayu Minggu 4/8 kemarin yang diselenggarakan KUD Mina Sumitra, tidak berhasil membangun kemeriahan sebagaimana tahun-tahun sebelumnya. Pernyataan ini sebagaimana diungkapkan banyak pedagang dan penyaji hiburan musiman di area sekitar TPI Karang Song yang disediakan panitia. Jika biasanya pihak panitia Nadran mengalokasikan para pedagang musiman di daerah karangturi Kelurahan Paoman atau sekitar Dermaga Malang, kali ini mereka mengikuti aturan yang ditapkan panitia. Berdasarkan hasil musyawarah Untuk pelaksanaan Pesta Laut Nelayan Indramayu meliputi wilayah kecamatan Sindang, Kecamatan Indramayu dan kecamatan Pasekan di pusatkan di sekitar TPI Karang Song. Penempatan ini demi memenuhi harapan masyarakat yang menginginkan di KArang Song menjadi meriah.
Pada kenyataannya pelaksanaan Pesta Nadran dipusatkan di Karang Song sepi pengunjung. PAsalnya selain tempatnya jauh, dari kota, warga dari berbagai daerah yang ingin memperoleh hiburan dan plesiran pasca Idul Fitri nyatanya baik siang dan malam hari sepi oleh pengunjung. Wal hasil banyak pedagang dan pemilik sarana hiburan rakyat yang mengeluh. Sebagaimana dituturkan pedagang Sate dan empal yang tak jauh dari Prapatan Desa Karang Song, jika basanya menjelang dan sesudah pelaksanaan puncak Nadran banyak pembeli, kali ini para pedagang banyak yang rugi. “Memang banyak hiburan yang disajikan di sini. Namun pengunjungnya tidklah seberapa. Berbeda saat pelaksanaan dilaksanakan di Karang Turi Kelurahan PAoman. Seminggu sebelum Nadran berlangsung sudah memperoleh untung banyak. Pembeli bukan saja dari kalangan masyarakat nelayan, namun juga masyarakat kota dan berbagai daerah yang sengaja mencari hiburan dan belanja makanan sembari mendapat hiburan,” ujar Bu RAsti pedagang Empal. Pernyataan yang sama juga dirasakan oleh penyaji hiburan masyarakat yang jauh hari menyewa lahan pada panitia desa untuk merebut rejeki dari pengunjung, namun pada kenyataannya nihil. Selain kesulitan transportasi pemusatan kegiatan hiburan dan perdagangan dalam rangka Pesta Laut, tidak seramai dan menguntungkan saat ditempatkan di Karang Turi sebagaimana biasanya,” ujar Nono pengelola hiburan dan permainan anak di pesta Nadran. Demikian juga Adung Abdulgani Spd. Warga Kelurahan Paoman yang juga wakil Ketua Dewan kesenian Kabupaten Indramayu kepada wartawan menuturkan pemindahan area hiburan dan pusat perdagangan penunjang Pesta Laut di Karang Song belumlah efektif. Selain tidak pro pada para pedagang, pemindahan area hiburan dan pasar malam dari daerah Karangturi mengurangi denyut keramaian Pesta Laut tahun ini. “Pemindahan area hiburan rakyat dan pasar malam yang menimbulkan denyut perekonomian rakyat, pada gilirannya tidak member keuntungan dan keberpihakan pada masyarakat. Sepinya pengunjung disebabkan transportasi menuju TPI Karang Song yang jadi area pusat kegiatan Nadran terlampau jauh dan sulit memperoleh transportasi di malam hari. Berbeda saat semua kegiatan Nadran dipusatkan di Karang Turi dekat dengan Kantor KUD Mina Sumitra. Selain sudah berpuluh tahun dilaksanakan di situ, pesta nadran di Karang Turi mampu menyedol pengunjung dari berbagai daerah karena jalur transportasi siang dilewati angkot dari dua arah dan bias dicapai dengan murah dai berbagai daerah. Meski demikian Pelaksanaan Pesta LAut atau Nadran Nelayan Indramayu yang puncaknya dilaksanakan pada hari minggu kemarin dipandang oleh Ketua KUD Mina Sumitra H. Ono Surono berjalan sesuai dengan harapan anggotanya. “Sengaja untuk resepsi Pesta Nadran Tahun 2011 ini dilaksanakan di Kantor KUD Mina Sumitra Sebagaimana biasanya. Begitu juga hiburan utama Dangdut Tarling dihalaman gan depan kantor kita sebagaimana biasanya. JAdi yang beda jalur sepanjang Jalan Yos Sudarso tidak dipenuhi pedagang musiman atau pasar malam seperti biasanya. NAmun untuk yang lebih penting yaitu ritual penyembelihan kerbau tetap kita laksanakan di dekat kantor KUD Mina Sumitra dan peristiwa ini menjadi unggulan dalam pelaksanaan Nadran dikarenakan memiliki nilai histori dan spiritual. Begitu juga pelaksanaan Prosesi Pemberangkatan Meron tetap kita selenggarakan di KArang Turi mulai dari Dermaga Malang hingga menuju halaman TPI KArang Song. Penempatan pedagang dan sarana hiburan rakyat sudah merupakan hasil musyawarah, jadi kalau soal sepi pengunjung tidaklah benar adanya. Terbukti pada hari puncak dari pagi hingga sore keramaian terus berlangsung. Demikian juga dengan agenda hiburan, Pertandingan dan kegiatan penyegaran lain yang murni untuk memeriahkan Pesta Laut kami pantau cukup bagus. Kalau pun terjadi kekuran penghasilan dan sepinya pengunjung di malam hari itu semua dikarenakan masih baru. Kelak kalau sudah terbiasa malah akan mencipta ekses ekonomi yang signifikan di daerah Karang Song dan sekitar pelabuhan nantinya. Dari keterangan Ketua KUD Mina Sumitra pula dijelaskan aneka hiburan yang dipusatkan di area TPI dan Pelabuhan KArang Song diantaranya Wayang Kulit, dan Sandiwara. Sedangkan di Depan Kantor KUD Mina Sumitra digelar Dangdut TArling dan agenda lomba-lomba seperti Catur, Gaple dan Badminton. (Nurochman S)

Komentar