Makna Filosofis dan Histori Motif Batik Tradisional Indonesia


Kita mulai dari Filosofi Motif Batik Paoman Indramayu, selanjutnya menuju Filosofi Batik Trusmi Cirebon, Filosofi Batik Salem Brebes, Filosofi Batik Kalinyamat Kota Tegal, Filosofi Batik Bengle Talang Kabupaten Tegal, Filosofi Batik Dukuh Benda Pangkah Kab. Tegal, Filosofi Batik Dukuh Salam Kab. Tegal, hingga terus ke Pemalang, Pekalongan dan daerah lainnya di Jawa dan ke Jambi Sumatra.
 

Oleh : NUROCHMAN SUDIBYO YS.

Untuk lebih mencermati spesifikasi nuatan filosofis dan sejarahnya mari kita ketahui kedalaman seni batik tulis masyarakat pesisir yang berkekuatan nilai-nilai luhur, imagi dan filosofis itu. Mari kita simak nuansa kedalamannya tersebut dari nama-nama yang disosialisasikan oleh mereka secara turun menurun. Dari namanya saja nama batik tradisional kaum pinggiran ini berbeda dengan batik terbaik yang diciptakan khusus sekalipun oleh para ahli gambar dan design keraton. Tanpa bermaksud menafikan karya unggulan produk kraton, mari kita tilik unik dan menariknya seni batik yang dicipta oleh wong-wong cilik ini.


Karena saya dibesarkan sejak kecil di Indramayu dan rumah tinggal kami berdekatan dengan masyarakat pantai, maka saya pun memiliki data lengkap perihal kepiawaian kaum perempuan desa Paoman yang sejak dulu menjadi sentra batik tulis di Kota Indramayu. Sekarang desa sentra lainnya berkembang ke pabean udik, margadadi, penganjang, pajirikan, Karangturi, Sindang dan Terusan. Hingga kini perkembangannya masih terus berjalan meski ada yang berani memasuki proses modernisasi dengan cara sablon dan printing ke kota lain, pengrajin batik Paoman indramayu –demikian dikenalnya. Mereka tetap menjaga kualitas dan motifnya dalam melestarikan budaya leluhur melalui cara tradisional membatik tulis. Tradisi ini pun berkembang secara turun temurun.


Dari sekian banyak motif batik yang ada dan berkembang di Indramayu, saya lebih terkesan dengan ratusan motif lama yang dibuat dengan bahan mori dan kain prisma serta santung yang lembut. Selain hasilnya halus dan kuat, motif batik Paoman Indramayu yang lama memiliki nama-nama filosofis yang kemudian saya uraikan dalam tulisan ini. Bahkan saya yakin pembuatnya sendiri tidak tahu makna yang terkandung pada batik yang motifnya dibuat oleh leluhur mereka di jaman pait atau jaman susah tersebut.


Sebut saja motif Kembang suket, Kembang randu, kembang gunda, semanggen, ganggeng mina, sawat ruwet, iwak etong, kapal kandas, benji tepak dan kembang kapas sebagai contoh. Adapun nama lainnya boleh para pembaca ajukan pada saya makna filosofi yang terkandung didalamnya, terkecuali motif Burung Hong dan Naga mas yang merupakan motif bibit awal yang dibawa bangsa China ke negeri kita. Ketahulah nama-nama motif ini mengandung filosofi kehidupan manusia dan nilai-nilai histori (sejarah) secara terpendam. Tentu saja kemudian motif dasyat ini berkekuatan artistik, unik, cantik, filosofis, dan heroik. Untuk itu mari kita mulai dari beberapa nama batik motif kuna dari Paoman Indramayu terlebih dahulu.***

Komentar