Kabar Indramayu - Aksi Peduli Wayang Golek Cepak

1 Muharam dihiasi
Aksi Peduli
Wayang Golek Cepak


Teropong – Indramayu, Bertepatan dengan Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1431 H, kota Indramayu dihiasi aksi kepedulian Sosial. Aksi peduli kali ini dilakukan oleh Komunitas Tactic Design yang berkantor di Jalan Olah Raga Indramayu pimpinan Rofiqoh Djawas. Kepedulian dilakukan oleh komunitas anak muda yang rata-rata sarjana seni ini dikarenakan Kesenian Wayang Cepak sebagai seni Adiluhung kebanggaan Rakyat Indramayu kurang mendapat perhatian dari pemerintah setempat.

Aksi oleh komunitas Tactc Design dimulai pukul 15.00 Wib terlambat satu jam seperti yang direncanakan. Sementara itu kendaraan Dalmas dan puluhan anggota Polres Indramayu, juga Polantas Polres Indramayu dengan sigap mengamankan gerakan aksi tersebut. Nampaknya meski masyarakat Kota Indramayu tengah melakukan liburan Tahun Baru Islam, aksi kepedulian Seni budaya Khas Indramayu ini justru menjadi menarik. Ratusan warga kota Indramayu menyambut gembira aksi menuntut kepedulian pemerintah untuk menghidupi kesenian Wayang Golek Ini.

Dari keterangan Rofiqoh Djawas , S.Ds. dijelaskan bahwa aksi ini timbul dari inisiatif pribadinya yang sealama satu tahun ini melakukan pendekatan dan pengalian terhadap kesenian indramayu guna menemukan inspirasi nilai-nilai artistik untuk design yang akan diciptakan oleh Rofiqoh untuk keperluan berbagai macam design kota Indramayu dan kebutuhan Design Masyarakat Indramayu.

“Sebagai design artistik, saya sangat tergetar dan berupaya untuk membangkitkan semangat pemerintah dan masyarakat Indramayu terhadap kekayaan budaya yang terdapat pada seni Wayang Cepak. Khususnya wayang Cepak milik Bapak Dalang Akhmadi di Blok Anjun Pabean Udik Indramayu ini sampai hari ini mengkawatirkan upaya pelestariannya bisa juga dikatakan Wayang Golek Akhmadi hilang dari peredaran karena tidak ada anak dan cucunya yang mau melanjutkan,” jelas Rofiqoh.

Lebih lanjut dikatakan oleh sarjana design jebolan ITB asal Sindang Indramayu ini bahwa selaku desainer asli asal Indramayu merasa peduli terhadap perkembangan seni budaya asli Indramayu. Untuk itu pihaknya berusaha mengumpulkan teman-teman yang sepaham dan yang memiliki kepedulian terhadap upaya pelestarian dan penegakkan nasib seni budaya Indramayu untuk menggelar aksi kepedulian. Dikatakannya pula untuk mengawali kepedulian tersebut, Rofiqoh dan teman-teman melakukan kepedulian terhadap nasib Wayang Cepak milik Dalang Akhmadi yang nasibnya tak menentu.

“Bisa jadi wayang golek cepak berusia tak kurang dari 200 tahun milik dalang Akhmadi bakal habis dijual karena kepepet ekonomi dan kebutuhan obat-obatan di usianya yang mulai udzur. Jika ini terjadi maka riwayat Wayang Golek Cepak yang menjadi kebanggan masyarakat Indramayu di selama beratus tahun bakal punah. Saya justru ingin agar pihak pemerintah berkenan memanfaatkan wayang golek Cepak milik Pak Akhmadi sebagai benad seni bersejarah yang harus di musiumkan. Sedang Pak Akhmadi nantinya memperoleh sesuatu untuk kebutuhan hidupnya,” harap rofikoh.

Sementara itu secara terpisah Tokoh Masyarakat Haris Solihin mengakui pengalaman sejarah yang dimiliki Ki Dalang Akhmadi merupakan bukti telah berlangsungnya peristiwa di tatar Indramayu yang selama ini digelar dalam lakon Wayang Golek Cepak. Adapun wayang milik dalang Akhmadi diakui pula sebagai benda bersejarah yang nilainya tidak terkira. Untuk itu ia berharap pula pemkab Indramayu dalam hal ini Kepala DISPORA BUDPAR Indramayu untuk segera tanggap melakukan pendataan dan upaya menanggulangi persoalan Ki Akhmadi agar jangan sampai Wayang Golek Kebanggaan Warga Indramayu itu berpindah ke negeri orang, atau dijual ke luar begeri.

“Saya memang pernah dengar ada beberapa wayang milik Ki Dalang Akhmadi yang terjual ke Inggris, Hati saya teriris. Saya berharap pembangunan musium seni dan serba guna di Komplek Wisata Dayung akan segera terwujud dan dapat menampung benda-benda sejarah sepereti wayang golak pak Akhmadi. Adapun kompensasi untuk pe,milik benad bersejarah bisa bulanan atau tahunan untuk kesejahteraan si pemilik dan anak cucunya. Dengan demikian aset-aset seni budaya bersejarah milik masyarakayt Indramayu bakal terselamatkan,” .tutur Haris Solihin saat ditemui di kediamannya di Komplek Perumahan PEPABRI. ***

Komentar